Resensi
Dalam film “King” ini dikisahkan perjuangan dan perjalanan panjang seorang anak bernama Guntur dalam meraih cita-citanya menjadi seorang juara bulutangkis sejati, seperti idola dia dan ayahnya: Liem Swie King...
Ayah Guntur adalah seorang komentator pertandingan bulutangkis antar kampung yang juga bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Dia sangat mencintai bulutangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada Guntur, walaupun dia sendiri tidak bisa menjadi seorang juara bulutangkis
Mendengar cerita ayahnya tentang ”KING” sang idola, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada dihadapannya, sebagai sahabat setianya Raden pun selalu berusaha membantu Guntur, walaupun kadang bantuan Raden tersebut justru seringkali menyusahkannya. Namun dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan INDONESIA dan kebanggaan keluarga seperti … LIEM SWIE KING..SANG IDOLA!
| |
| Film ''KING'', merupakan film pertama di dunia mengenai bulutangkis dan didalamnya terdapat semangat Nasionalisme dari Liem Swie King, atlet bulutangkis legendaris asal Indonesia. Sosok Liem Swie King diharapkan dapat membangkitkan semangat Nasionalisme bulutangkis Indonesia dalam ajang spektakuler kelas dunia, Djarum Indonesia Open Super Series 2009. Beberapa artis pendukung Film ''KING'' seperti Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen, dan Rangga Raditya (pemeran Guntur), Lucky Martin (pemeran Raden) akan hadir di Djarum Indonesia Open Super Series 2009 pada Kamis kemarin (18/06/09), melakukan meet and greet pada sesama pecinta bulutangkis Indonesia . Selain itu para pemain film ''KING'' juga akan nonton bareng menyaksikan kedahsyatan Djarum Indonesia Open Super Series 2009, bersama penonton lainnya untuk mendukung tim Indonesia. Film ''KING'' produksi Alenia yang merupakan film tentang bulutangkis pertama di dunia ini, menceritakan perjuangan dan perjalanan panjang seorang anak bernama Guntur dalam meraih cita-citanya menjadi seorang juara bulutangkis sejati, seperti idola dia dan ayahnya: Liem Swie King. Ayah Guntur adalah seorang komentator pertandingan bulutangkis antar kampung yang juga bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Dia sangat mencintai bulutangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada Guntur anaknya, walaupun dia sendiri tidak bisa menjadi seorang juara bulutangkis. Mendengar cerita ayahnya tentang ''KING'' sang idola, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada dihadapannya, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan INDONESIA dan kebanggaan keluarga seperti LIEM SWIE KING.. SANG IDOLA! Liem Swie King, lahir di Kudus, Jawa Tengah, 28 Februari 1956. Sejak dia mampu menantang Rudy Hartono di final All England tahun 1976 dalam usianya yang ke-20, dia selalu menjadi topik pembicaraan. Kemudian Swie King menjadi pewaris kejayaan Rudy di kejuaraan paling bergengsi saat itu. Swie King juga menyumbang medali emas Asian Games di Bangkok 1978, dan enam kali membela tim Piala Thomas. Tiga di antaranya Indonesia menjadi juara. Hadirnya film ''KING'', kemudian berlangsungnya Djarum Indonesia Open Super Series 2009, ditambah akan beredar buku biografi ''KING'' merupakan sebuah rangkaian semangat kemajuan untuk bulutangkis Indonesia persembahan Djarum Bakti Olahraga. Bangkit dan Maju Bulutangkis Indonesia ! |
Film ini akan tayang mulai tanggal 25 Juni 2009
Trailer
http://www.youtube.com/watch?v=SUnfAONp9g4















0 komentar:
Posting Komentar