Rabu, 15 Juli 2009

PTC Klik Aja Deh

Bagaimana cara kerja Klik Aja Deh

Klik Aja Deh BUKAN situs Autosurf, Multi-Level Marketing, Pyramid, Ponzi, Matrix atau bersistem "Get Rich Quick" .

Klik Aja Deh adalah sebuah inovasi bisnis saling menguntungkan, GRATIS bagi member untuk bergabung (klik disini untuk daftar), dan menjembatani antara pemakai internet dan pemilik usaha (advertiser) untuk mempromosikan produknya pada halaman "Lihat Iklan".

Cara Member mendapatkan Uang
Setelah login, Anda klik menu View Ads (daftar dulu) dan selanjutnya pada daftar iklan Anda klik masing-masing iklan satu persatu. Setiap iklan akan tampil selama 30 detik pada windows/tab baru. Anda akan melihat timer yang menghitung mundur pada sebelah kiri atas. Setelah 30 detik, maka akan muncul sebuah tanda "OKE deh" atau tanda silang merah "X". Tanda "OKE deh" pertanda Saldo Anda telah bertambah Rp 100,- dan jika Anda seorang Member Premium akan mendapatkan Rp 150,-. Tanda X adalah kebalikannya, Saldo Anda tidak bertambah. Tanda X akan tampil jika Anda klik lebih dari 1 iklan pada waktu yang sama sebelum iklan yang Anda klik sebelumnya selesai.

Setiap Iklan hanya bisa Anda klik SEKALI dalam 24 JAM .

Contoh penghasilan Member:
Anda klik 10 iklan per hari = Rp 1000,-
20 referral Anda klik 10 iklan per hari = Rp 20.000,-
Tiap Hari Saldo Anda akan bertambah Rp 21.000,-
Tiap Minggu = Rp 147.000,-
Tiap Bulan = Rp 630.000,-

Kalau 1 Tahun? Hitung sendiri aja deh!

Tips Mencari Referral
Mencari referral memang bukanlah wajib Anda lakukan, seandainya tidak mempunyai referral Anda masih bisa mendapatkan penghasilan. Namun, dengan memiliki referral penghasilan Anda akan cepat menjadi besar, karena selain pendapatan dari hasil klik yang Anda lakukan, Anda juga berhak mendapatkan 50 % dari pendapatan referral Anda.

Lalu Bagaimana mendapatkan Referral?
Setelah Anda login, klik menu My Stats (daftar dulu) untuk melihat status Anda. Pada halaman tersebut Anda akan menjumpai suatu kode link URL seperti ini : http://klikajadeh.com/?r=username_anda. Kode URL ini adalah Link Refferal namanya dan setiap member mempunyai link refferal yang berbeda. Link Referral sebagai alat promosi untuk mengajak orang lain mendaftar di KlikAjaDeh, yang tentunya secara otomatis mereka akan menjadi referral Anda.

Semakin banyak referral yang Anda dapat, semakin besar penghasilan Anda, seperti ilustrasi diatas.
Bila ingin lebih mudah dan hemat waktu, Anda bisa memperoleh referral dengan membelinya pada kami jika stok sedang ada.


Upgrade Member
Untuk menjadi Member Premium, Anda bisa melakukan Order Upgrade (setelah terdaftar). Order Upgrade Member akan kami proses dalam waktu selambat - lambatnya 2 hari kerja setelah pembayaran Anda kami terima.

Ada berapa macam paket Upgrade Member?
Saat ini kami hanya menyediakan paket Upgrade Member Premium untuk waktu 1 tahun. Kami akan menyediakan paket dengan jumlah waktu yang lain pada perkembangan KlikAjaDeh selanjutnya.

Apa keuntungan menjadi Member Premium?
Tiap klik iklan akan dihargai Rp 150,- dan tiap klik iklan yang dilakukan para referral akan dihargai Rp 100,-.

Iklan yang bisa di klik jumlahnya lebih banyak dan bisa mencapai 20 setiap hari, sehingga Saldo penghasilan seorang member Premium akan cepat sekali terkumpul dengan mudah, terlebih lagi jika member tersebut memiliki banyak referral. Anda bisa lihat ilustrasi penghasilan member Premium di halaman ini (jika sudah mendaftar).

Seorang Member Premium diprioritaskan untuk semua hal yang berkenaan dengan pelayanan keangotaan di KlikAjaDeh, seperti misalnya permintaan pembayaran yang lebih cepat prosesnya.

Selasa, 14 Juli 2009

JUAL KOMPUTER PC

PROSCESOR : Intel Core 2 Duo
CPU E4500 @ 2,2 Ghz
Memory : 1 Gb
Main Bord : AsusTek Compt Inc
P5S-MX SE
Video Card : NVIDIA GeForce 8400 GS
Bios : American Mega trends Inc
Version - 0201
Size - 512 Mb
Drive : DVD RW PATA
20X20X12X
Hardisk : 160 Gb
Monitor : 17" CRT Advance FLAT
Cashing cpu : Power- UP
MOuse : E-PRO

Harga : Rp. 3.850.000 ( nego )
Hub : 081 809 671 689
(khusus wilayah bandung)

Minggu, 12 Juli 2009

Seting GPRS, MMS DAN OTA VIA HANDPHONE

MATRIX
Setting OTA:
Kirim SMS ke888 dengan pesan :
ACT[spasi]GPRS


MENTARI
Setting OTA via SMS ;
Kirim SMS ke3000 dengan pesan :
Ketik : GPRS[spasi] merk HP[spasi] tipe HP

Setting Manual :
GPRS
Profile Name : INDOSATGPRS
Homepage URL : http://wap.klub-mentari.com
IP Address : 10.19.19.19
Bearer : GPRS
User Name : indosat
Password : indosat
APN : indosatgprs

MMS
Profile Name : INDOSATGPRS
Homepage URL : http://mmsc.indosat.com
IP Address : 10.19.19.19:8080
Bearer : GPRS
User Name : indosat
Password : indosat
APN : indosatmms


IM3
Setting OTA via SMS ;
Kirim SMS ke3939 dengan pesan :
Ketik : GPRS[spasi] merk HP[spasi] tipe HP

Setting Manual :
GPRS

Connection name : M3-GPRS
Access point name : www.indosat-m3.net
User name : gprs
Password : im3
Authentication : Normal
Homepage : http://wap.indosat-m3.net
IP address : 010.019.019.019
Port : 9201 (standard), 8080 (proxy)

MMS
Connection name : M3-MMS
Access point name : indosatmms
User name : indosatmms
Password : indosatmms
Authentication : Normal
Homepage : http://mmsc.indosat-m3.net
IP address : 010.019.019.019
Port : 9201 (standard), 8080 (proxy)


TELKOMSEL
KARTU HALLO
Kirim SMS ke 6616 dengan pesan :
Ketik : GPRS

KARTU SIMPATI/KARTU AS
Kirim SMS ke 6616 dengan pesan :
Ketik : GPRS[spasi]angka dibelakang simcard Anda (Nomor ICCID/Integrated Circuit Card Identification)
Kemudian tunggu beberapa saat, Anda akan mendapat SMS konfirmasi bahwa aplikasi GPRS sedang diproses. Waktu yang dibutuhkan sekitar 48 jam. Setelah GPRS aktif, Anda akan mendapat notifikasi SMS lagi yang menyatakan GPRS sudah aktif.

Setting Manual :
GPRS

Profile Name : TSEL GPRS
APN : Telkomsel
User name : wap
Password : wap123
Authentication : Normal
Gateway IP address : 10.1.89.130
Homepage : http://wap.telkomsel.com
Data Bearer : GPRS
Proxy port number : 9201 atau 8000

MMS
Connection Name: tel-MMS
Data Bearer: GPRS
Access Point Name: mms
Username: wap
Prompt Password: No
Password: wap123
Authentication: Normal
Proxy address: 10.1.89.150
Homepage: http://mms.telkomsel.com/
Connection Security: Off


XL
Setting OTA via SMS ;
Ketik SMS dengan isi : GPRS[spasi][spasi] Kirim ke 9667
Ketik SMS dengan isi : MMS[spasi][spasi] Kirin ke 9667

Setting Manual :
GPRS
Connection Name: XL-GPRS
Data Bearer: GPRS
Access Point Name: www.xlgprs.net
Username: xlgprs
Prompt Password: No
Password: proxl
Authentication: Normal
Homepage: http://wap.lifeinhand.com
Connection Security: Off
Session Mode: Permanent
IP Address: Automatic
Proxy Server Address: 202.152.240.050
Proxy Port Number: 8080

MMS
Connection Name: XL-MMS
Data Bearer: GPRS
Access Point Name: www.xlmms.net
Username: xlgprs
Prompt Password: No
Password: proxl
Authentication: Normal
Homepage: http://mmc.xl.net.id/servlets/mms
Connection Security: Off
Session Mode: Permanent
IP Address: Automatic
Proxy Server Address: 202.152.240.050
Proxy Port Number: 8080


3 (THREE)
Setting Manual :
GPRS

Settings’ Name: 3-GPRS
Homepage : http://wap.three.co.id/
Proxies : Enable
Proxy address : 10.4.0.10
Port : 3128
GPRS access point : 3gprs
Authentication type : Normal
Login type : Automatic
Username : 3gprs
Password : 3gprs

MMS
Settings’ name : 3-MMS
Homepage : http://mms.hutch.co.id/
GPRS access point : 3mms
Authentication type : Normal
Username : 3mms
Password : 3mms
Allow adverts : No


KARTU AXIS

Parameter Umum GPRS
Connection Name : AXIS
Data Bearer : GPRS atau PS
Access Point Name (APN) : AXIS
Username : AXIS
Prompt Password : No
Password : 123456
Authentication : Normal
Gateway/Proxy IP Address : 10.8.3.8
Gateway/Proxy Port : 9201 atau 8080
Homepage : http://wap.axisworld.co.id
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent

Parameter Umum MMS
Connection Name : AXISmms
Data Bearer : GPRS atau PS
Access Point Name (APN) : AXISmms
Username : AXIS
Prompt Password : No
Password : 123456
Authentication : Normal
Gateway/Proxy IP Address : 10.8.3.8
Gateway/Proxy Port : 9201 atau 8080
Homepage / MMS Server : http://mmsc.AXIS
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent

selular.co.id

Jumat, 10 Juli 2009

Instalasi Listrik (Khusus Wilayah Bandung)

Terima Instalasi Jasa Listrik & Pemasangan FO (Fiber Optik) Untuk :
1. Pembangunan Rumah
2. Gedung
3. Instansi

Borongan (Dihitung Pertitik)

Bagi Yang Berminat Bisa Hubungi
Farhat 081 809 671 689

Minggu, 05 Juli 2009

Perkembangan e-commerce di indonesia

E-Commerce (electronic commerce) merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat seiring dengan kehadiran internet dalam kehidupan kita.


E-Commerce sendiri didefinisikan sebagai ‘a series of activities that includes Electronic Data Interchange (EDI), Supply Chain Management tools, and Electronic Payment Systems’.


Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan. E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu:

  • Business to business (B2B):

Bisnis antara perusahaan dengan perusahaan lain

  • Business to consumer (B2C):

Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi

  • Consumer to consumer (C2C):

Sifarnya lelang (auction)

  • Government: G2G, G2B, G2C,

melakukan layanan terhadap perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat


Manfaat E-Commerce :

  • Revenue stream baru

  • Market exposure, melebarkan jangkauan

  • Menurunkan biaya

  • Memperpendek waktu product cycle

  • Meningkatkan customer loyality

  • Meningkatkan value chain


Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu, berdiri pula http://www.ecommerce-indonesia.com/, tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia - yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/. Sebagai Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net


Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce, untuk melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel.


Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu.


Perkembangan e-Commerce di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Hal ini tak lepas dari potensi berupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah lainnya membuat e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hanya sekitar 8 juta orang dari 215 juta penduduk. Selain itu, e-commerce juga belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.


Meskipun relatif banyak perusahaan yang sudah memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana perniagaan/perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate Partner dan Technology Competency Group Head Andersen Consulting, secara umum ada tiga tahapan menuju e-commerce, yakni: presence (kehadiran), interaktivitas dan transaksi. Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki perusahaan Indonesia hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi. Pada akhirnya, perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet di Indonesia akan membuat e-commerce menjadi suatu bisnis yang menjanjikan.

Pengalaman Perjalanan Gaib Keluar dari Raga

Waktu Sama, Jiwa Di Dua Tempat


Dalam waktu kurang dari 10 menit, saya mengalami sebuah pengalaman yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Pernah menjadi suatu keinginan, tapi untuk mengalaminya benar-benar tidak terkhayalkan. Hari ini, keinginan yang hanya satu dua kali pernah terlintas dalam pikiran saya itu ternyata teralami juga. Terbang dengan ringan di atas Jakarta, melintasi lampu-lampu gedung di malam hari.

Dengan terus berdzikir, saya menutup mata, lalu saya mendengar suara orang yang membimbing saya di belakang. "Minta kepada Allah, untuk bisa meloncat keluar." Lalu ia melafazkan beberapa kalimat dzikrullah (semacam Password) untuk saya ikuti. Kemudian dalam keadaan sadar sepenuhnya, saya merasa sudah melewati meja ruang tamu.

SAYA MENJADI DUA

"Apakah sekarang telah melihat diri sedang duduk?" saya ditanya. Bersamaan dengan pertanyaan pembimbing saya ini, saya memang telah melihat diri saya dengan kemeja putih tampak sedang konsentrasi duduk kira-kira dua meter di depan sana. Sedangkan diri saya yang sedang melihat ini berada hampir ke luar pintu rumah. Aneh rasanya. Setelah saya menjawab ya, ia melanjutkan, "Berarti sekarang dirimu ada dua, bukan?"

Kemudian saya diinstruksikan untuk terus berjalan ke luar rumah. Saya agak bingung untuk melangkahkan "diri" saya ini. Menyadari bahwa tubuh sedang duduk, tapi di waktu yang sama sayapun merasakan bahwa saya sedang berada di luar tubuh yang sedang duduk itu. Ini belum pernah saya alami seumur hidup. Belum pernah ada referensi dalam kepala saya, apa yang harus dilakukan. Jadi dengan upaya yang agak asal-asalan saya mencoba menggerakkan spirit saya ini saja.

Terdengar lagi suara Bapak yang sabar itu, "Kok, jalannya begitu? Sekarang kan sudah ada di depan pagar, jangan bingung." Kemudian ia berkata, "Ucapkan Ya Allah, Ya Adziim, Ya Rahiim, Ya Adiil, lalu minta pada Allah untuk bisa melewati pagar. Sekarang sudah ada di jalan? Mau kemana?" ia bertanya. "Mungkin ke Menteng Raya," jawab saya dengan agak kurang yakin tapi hati saya bergejolak.

TERBANG RINGAN MELINTASI LAMPU-LAMPU GEDUNG

"Sudah di Menteng Raya? Sekarang coba pergi ke Monas, langsung," ucapnya. Pikiran sayapun dalam beberapa saat agak bingung. Tapi ini tidak lama. Saya meniatkan hati untuk ke Monas, lalu tanpa banyak waktu lagi, dalam hitungan detik saya merasa diri terbang melesat tanpa melakukan usaha apa-apa. Monas tampak di hadapan saya, makin dekat dengan cepatnya.

Kemudian pembimbing saya ini bertanya, "Apa yang kamu lihat di sana, banyak orang?" Saya belum bisa menjawab. "Tenang, jangan berpikir... menunggu saja nanti akan muncul sendiri," ucapnya. Saat mendengar petunjuknya itu, saya telah melihat banyak sosok di atas tangga Monumen Nasional yang diterangi banyak lampu itu. Sosok-sosok. Tapi tampaknya.. bukan manusia.

Mereka bergerak berseliweran. Ada satu yang tampak menatap ke arah diri saya. Putih, tinggi, seperti berjubah dari kepalanya sampai ke bawah. Kemudian dalam beberapa detik lapisan tangga di hadapan saya ini kosong lagi, figur-figur itu hilang. Sekejap, mereka muncul lagi. Jarak antara tempat saya melihat dengan mereka sekitar 50 meter.

Saya berusaha menatap sosok putih tinggi itu, ingin lebih jelas melihat wajahnya. Tapi tiba-tiba terdengar suara pembimbing saya, "Aduh, emosinya... jangan menggunakan emosi, cepat kembali lagi, kembali..." terdengar instruksi pada saya. Memang saya merasa harus kembali, tapi pada saat yang sama juga merasa masih ingin berada di sana. Tapi saya menurutinya. Secepatnya saya kembali lagi berada di ruang tamu tempat saya duduk di sudut.

NYAWA BELUM TERKUMPUL SEMUA

Sulit untuk mendeskripsikan perasaan yang memenuhi diri saya. Rasanya seperti setengah berputar, tapi tidak pusing. Pernah dengar ungkapan yang ditujukan bagi orang yang bangun tidur mendadak: "nyawanya masih belum terkumpul semua"? Mungkin jika hal itu bisa terjadi benar-benar, ya rasanya seperti yang saya alami ini.

"Mohon agar diberi cahaya putih kemudian sebar ke seluruh tubuh," terdengar lagi perintah pada saya. Setelah sadar sepenuhnya dan membuka mata, semua yang tadi saya lihatpun saya sampaikan ke bapak yang memandu perjalanan singkat saya tadi. "Tadi itu namanya perjalanan gaib keluar dari tubuh," ujarnya.

Ternyata menurutnya, saya tadi terlalu excited, sehingga tanpa terasa jiwa saya turun cepat ke bawah. Dan ini bukan hal yang menguntungkan, terutama untuk pemula. "Paling tidak, karena sebagian rasa juga ikut, akibatnya setelah kembali, bisa ada bagian tubuh yang terasa sakit karena terbentur saat jatuh ke tanah," jelas bapak berusia 48 tahun ini.

Pembimbing saya ini adalah HM. Bambang Irawan S., seorang ahli dunia supranatural. Menurutnya, yang saya alami itu berbeda dengan "terawangan" atau melihat kejadian di tempat lain tanpa keluar dari tubuh. Dalam perjalanan gaib ini, sebagian dari jiwa, pikiran, dan emosi keluar dari badan kita.

BANYAK MANFAAT BISA DIDAPAT DI NURSYIFA'

Kejadian tadi itu merupakan salah satu dari sekian banyak pengetahuan yang bisa Anda pelajari dari Pak Haji Bambang ini. Selain punya kemampuan untuk menyembuhkan penyakit fisik maupun mental (ia selalu mengingatkan bahwa Tuhan yang menyembuhkan, dirinya hanya medium), ia juga bersedia membagi pengetahuannya pada banyak orang. Ia ingin makin banyak orang yang bisa menolong orang lain.

"Saya ingin banyak orang kembali lagi ke fitrahnya, sebagai insan kamil. Paling tidak mendekati," begitu keinginannya. Mendekati kondisi insan kamil atau manusia sempurna ini bisa dicapai dengan bantuannya. Bagi yang berniat untuk makin mendekatkan diri pada Tuhan, tentu diri harus dibersihkan dari segala sifat-sifat buruk dan dengan menumbuhkan semua sifat baik. Tidak mudah melakukan ini, tapi bisa dilakukan.

Anda tertarik untuk belajar hal-hal paranormal? Atau membutuhkan penyembuh yang sepenuhnya mendasarkan ilmunya pada Al Quran dan Hadist? Haji Bambang Irawan dan istrinya, Hj. Dewi, yang juga mempunyai kemampuan paranormal, bersedia mengajarkan banyak ilmu yang pasti akan bermanfaat untuk Anda lahir batin.

AGAMA DAN KEYAKINAN APAPUN BISA BELAJAR

Anda tidak harus muslim untuk bisa mendapatkan pengetahuan dan terapi penyembuhan darinya. Anda akan diminta berdoa sesuai agama Anda. Karena Haji Bambang hanya meminta pertolongan dari Tuhan. Dalam mempraktekkan metodenya, ia tidak menggunakan khodam/jin seperti yang banyak dilakukan oleh beberapa paranormal.

Tentu saja dalam mempelajari pengetahuan keparanormalan darinya Anda juga harus berikhtiar dalam bentuk ibadah pada Tuhan. Saya rasa Anda sependapat bahwa keharusan ini tentunya akan memberi banyak manfaat pada diri kita.

Pasangan suami istri ini bisa ditemui di rumahnya di Jl. KaliPasir Tembok no. 26. Menteng Raya, Jakarta Pusat 10340 Telp.: (021) 314-7850. HP : 0816-14-23923. Andapun bisa melihat homepagenya di
Nursyifa'.

Dakwah dibalik ketika cinta bertasbih

Setelah lima pemain utamanya siap akting, seluruh kru film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) siap berangkat ke Mesir untuk memulai syuting. Chaerul Umam, sang sutradara pun turun memberikan pemantapan kepada para pemainnya. "Semoga ini menjadi dakwah lain dalam dunia film," ujarnya bersemangat.
Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya film KCB (Ketika Cinta Bertasbih) mulai memasuki proses syuting. Kabarnya, tanggal 18 Oktober ini, seluruh pemain dan kru sudah mulai berada di Mesir.

Di negeri yang terdapat kampus Al-Azhar sana, lima pemain utama yang tergolong baru dalam dunia film ini akan benar-benar diuji kematangan aktingnya. Mereka adalah M Cholidi sebagai Khairul Azzam, Alice Norin sebagai Eliana, Oki Setiana Dewi sebagai Anna, Andi Arsyil sebagai Furqon, dan Meyda Safira sebagai Ayatul Husna.

Eramuslim sempat menyaksikan latihan akting para calon bintang yang saat itu dibimbing sang sutradara sendiri, Iman Chaerul Umam. Tampak, Mas Mamang, begitu sapaan akrab sutradara kawakan ini, begitu strik dan teliti melatih para pemainnya.

Hampir setiap hari, dalam persiapan sepuluh hari di Jakarta, Mas Mamang melatih mereka sejak jam satu siang hingga jam sepuluh malam. "Sudah agak lumayanlah," ucapnya mantap.

Berikut penuturannya.

Bagaimana perkembangan latihan pemain?

Sudah agak lumayanlah. Mereka sudah sedikit-sedikit hafal. Berbeda dengan pembuatan sinetron, misalnya. Mereka disodorkan dialog di lapangan. Mereka harus hafal di lapangan. Belum lagi harus hafal dengan karakternya.

Paling tidak, mereka saat ini sudah hafal dialognya. Sudah mengerti tentang karakternya. Nanti, tinggal penyutradaraan saja.

Apa sepuluh hari cukup untuk penguasan materi?

Ini untuk dasar saja, untuk hafal dan mengerti. Tapi, menguasai belum. Kalau menguasai nanti di tangan penyutradaraan. Nanti di sana, tambah sepuluh hari lagi.

Hambatan selama ini?

Nggak ada, saya kira. Lancar-lancar aja. Paling audisinya yang terlalu panjang.

Berapa lama memangnya?

Dua atau tiga bulan gitu. Karena sembilan kota, kan. Dan itu beberapa kali tingkat. Tingkat pertama, sepuluh orang menjadi dua orang misalnya. Nanti, tingkat berikutnya, seluruh kota kumpul.

(Audisi dimulai sejak 23 Mei 2008. Pertama audisi di kantor Sinemart di Kedoya Jakarta. Kemudian di Surabaya, Semarang, Yogya, Bandung, Banjarmasin, Medan, Makassar, Padang, dan tentunya di Jabodetabek.)

Kenapa harus dengan cara seperti itu?

Supaya lebih sempurna lah. Meskipun kesempurnaan mutlak juga nggak bisa. Karena mereka sangat baru, nol sekali mereka. Mereka dilihat dari bakat, bisa disutradarai. Paling kriterianya itu saja.

Kenapa nggak diambil yang sudah jadi saja?

Kita kepinginnya yang masih segar. Selain itu, agamanya juga bagus. Mungkin ada yang agamanya bagus, tapi belum pernah muncul di sinetron-sinetron, misalnya. Kita ingin memberikan kesempatan kepada mereka.

(Selain lima pemain utama tadi, beberapa pemain kawakan dikabarkan ikut serta di KCB. Di antara mereka ada Didi Petet dan Dedi Mizwar. Sang penulis, Habiburrahman pun ikut main.)

Sebenarnya apa gagasan film KCB dari sudut pandang keislaman?

Ya, novelnya itu sendiri kan sudah Islami. Jadi, kisah cinta tetap. Kisah cinta yang dihubungkan dengan kecintaan kepada Allah. Bukan sekadar kisah cinta antara sesama manusia. Tapi harus dengan keridhaan Allah.

Bedanya dengan kisah-kisah cinta yang lain, ini melibatkan Allah.

Gimana dengan tuduhan kalau KCB menempelkan Islam dalam kisah cintanya?

Menempelkan gimana, ya. Lha Islam sendiri itu kan bisa untuk macam-macam kok. Artinya, kan lebih baik Islami daripada tidak Islami. Jadi, bukan menempelkan atau mengeksploitasi nilai Islam.

Saya kira, Islam bisa masuk untuk segala sektor kehidupan. Semua disiapkan oleh Islam. Mau apa aja. Mau budaya bisa, politik bisa, ekonomi bisa. Begitu pun dengan bersinetron dan berfilm.

Sebenarnya kita sedang mengaplikasikan ajaran Islam di semua sektor kehidupan, termasuk dalam film.

Apa nggak melawan arus?

Nggak juga. Saya kira, tema-tema Islami sudah lama. Sejak di zaman Asrul Sani tahun lima puluhan sudah ada film Tauhid, di bawah Lindungan Ka'bah.

Saya sudah buat film Islam sejak tahun tujuh puluhan. Di antaranya, Al-Kautsar. Nggak melawan arus, saya kira. Kecuali kalau melawan arus film-film horor, ya mungkin. Tapi, itu temporer.

Ada dugaan kalau KCB balas dendam dengan Ayat-ayat Cinta?

He..he..he. Saya kira nggak. Ini karena semua novel Habiburrahman itu enak difilmkan. Makanya bukan hanya ini. Saya juga meminta novelnya yang lain. Dan itu bagus-bagus. Kayak 'Dalam Mihrab Cinta'. Memang, semua novelnya bagus dan layak difilmkan.

Dan kisah KCB ini kan dibeli oleh Sinemart sebelum Ayat-ayat Cinta itu beredar.

Ya mungkin secara komersial mengikut dengan sesuatu yang bagus.

Prospek pasar KCB?

Di atas kertas bagus. Novelnya sudah laku keras. Katanya sudah empat ratus ribuan. Saya nggak tahu persis.

Jadi, promosinya sudah bagus. Audisi juga menggegerkan. Gitu ya. Kecuali, ya nasib. Dan itu bukan urusan kita. Tiba-tiba ada gempa, misalnya. Wallahu a'lam. Tiba-tiba ada event sepak bola, misalnya.

Kalau dilihat dari larisnya film Ayat-ayat Cinta, apa ini pertanda adanya fenomena masyarakat kita sudah mulai sadar dan gandrung dengan sesuatu yang Islami?

Saya kira masyarakat kita mencari sesuatu yang bernilai. Misalnya, setelah melihat Ayat-ayat Cinta laku keras, orang bikin Tahajud Cinta apa ya? Toh, ternyata jeblok di pasaran. Jadi, orang juga melihat nilai dan mutu film.

Ya, masyarakat pengin melihat kualitas yang bagus lah. Di samping pesannya bagus, kualitas juga harus bagus. Dan, masyarakat tidak bisa dibodohi. Meskipun, judulnya sama, tapi mutunya beda.

Nilai-nilai dakwah yang ingin disampaikan dari KCB?

Pertama, tentang etos kerja dalam film ini yang sangat Islami. Kedua, percintaan secara Islami.

Seperti apa?

Hubungan antara perempuan dan laki-laki atas ridha Ilahi. Jadi, tidak berpacaran. Bagaimana mencari jodoh secara Islami. Mintanya kepada orang-orang tua, atau orang-orang yang layak merekomendasi. Begitu.

Jadi, tidak cari sendiri. Berkenalan, berpacaran, berdua-duaan, dan seterusnya.

Itu sebuah ide cerita percintaan yang saya kira lain dengan yang selama ini ada di film-film atau sinetron. Dan ini yang mesti dibudayakan.

Apa ini mungkin bisa disambut luar biasa oleh remaja kita yang nyaris terjebak dengan pola budaya sekular?

Ya mungkin bagi mereka alur cerita yang memikat. Kemudian, lokasi yang menarik.

Jadi, buat mereka yang Islamnya masih belum kaffah, mungkin akan tertarik dengan kisah seorang mahasiswa dengan etos kerja yang tinggi, bagaimana ia bisa berhasil membiayai keluarganya yang di Indonesia, juga soal bagaimana ia mendapatkan jodoh.

Berapa persen syuting di Indonesia dan Mesir?

Kurang lebih kita akan syuting di Mesir sebanyak tujuh puluh persen. Sisanya di Indonesia.

Kira-kira apa akan ada kendala cuaca di sana untuk para pemain?

Kabarnya, bulan November di sana cuacanya bagus. Sejuk, katanya.

Target tayang di masyarakat?

Insya Allah, bulan Maret. (mn)

Artikel film nasional

Apresiasi Film Nasional Bagian dari Upaya Pelestarian Khasanah Budaya Bangsa Indonesia

Film yang baik merupakan media komunikasi, menghubungkan gambaran masa lampau dengan sekarang dan mencerdaskan dan mencerahkan bangsa karena memberikan nilai-nilai keberagaman terkandung didalamnya seperti sarana penerangan atau informasi, pendidikan, pengekspresian seni . Film juga mendiskripsikan watak, harkat, dan martabat budaya bangsa. Sekaligus sebagai memberikan manfaat dan fungsi yang luas bagi bidang ekonomi, sosial dan budaya. Film tidak hanya semata menonjolkan unsur hiburan semata, tetapi lebih kepada tanggung jawab moral untuk mengangkat nilai nasionalisme bangsa dan jati diri bangsa yang berbudaya.

Dengan menambahkan unsur hiburan, artistik, digital teknologi dan kemasan yang menarik apresiasi penonton. Film sekarang ini sudah menjadi komuditas menguntungkan. Tak jarang perusahaan ‘menyentuh’ media ini dalam iklan produk guna mengangkat penjualan.

Naga Bonar (1986) merupakan contoh unik dan mewakili gambaran, bagaimana sebuah nilai atau pesan yang diangkat di kemas dalam bentuk sederhana tanpa memerlukan pemikiran dan diskusi panjang. Cukup dengan seorang kisah bernama Naga Bonar yang mempunyai karakteristik tipikal budaya Medan tetapi mempunyai obsesi kebangaan terhadap diri sebagai panglima jendral besar yang siap kapan saja berjuang demi mengusir penjajah pada waktu itu. Dialog-dialog terkesan unik khas orang batak, penuh humor segar. Memang karakter ini susah untuk dicari pengganti sekelas Dedi Mizwar. Tak pelak lagi sekuel Naga Bonar Jadi Dua pun menjadi tontonan segar dan menarik dengan format modern tetapi tidak kehilangan jati dirinya.

Tak hanya di situ tetapi film juga sebagai penyampai pesan moral, informatif, sejarah maupun solusi atas tema-tema yang berkembang di masyarakat. Di hari jadi sebuah tabloid ibukota yang meliput film terbaik dan terlaris yang menjadi benang merah antara masa lampau dan sekarang, seorang mantan wartawan film berkomentar bahwa film Lewat Djam Malam (1954) karya Asrul Sani sebagai film terbaik dari segi sinematografi maupun sosial karena mengangkat tema korupsi setelah perang revolusi usai. Ini masih relevan dengan kondisi pemerintahan saat ini dalam menumpas pemberantasan korupsi. Terkadang masyarakat mencari jawaban secara jelas lewat film karena lebih hidup dari pada sekedar debat kusir ditambah dengan standar kaidah sinematografi akan menambah kuatnya pesan yang akan disampaikan.

Tetapi yang terpenting dari semua itu bagaimana film bisa dijadikan alat atau media informasi, pendidikan, alternatif gagasan/idea bagi banyak manfaat bagi masyarakat. Setiap sugguhan tayangan berbobot bisa diterima dengan cara pandangan sederhana, setidaknya bisa membawa pandangan baru berupa nilai-nilai tersirat atau hiburan semata. Kasus film yang mengundang pandangan tersebut dari hal isu paling sensitif seperti poligami yang merupakan problematika sekaligus realita sosio-kultural di masyarakat. Nia Dinata berusaha melakukan pendekatan pandangan tentang poligami di Berbagi Suami. Paradigma sisi feminimisme perempuan coba disinggung, Yang pada akhirnya semua tergantung pada penonton mengenai keberpihakan soal poligami tersebut.

Sejarah Merupakan Tranformasi Gagasan

Tentu saja peran dominan dari pemerintahan ini dalam melestarikan dan melembagakan situs-situs sejarah bangsa lewat media visual. Tidak setenggah-setengah dan dukungan penuh para pekerja seni dan masyarakat demi kemajuan film modern Indonesia. Tak pelak lagi apresiasi budaya film akan meningkat dengan program mari mencintai dan menonton film Indonesia yang berkualitas. Sekaligus meluruskan sejarah bukan sejarah para penguasa, tetapi sejarah bangsa yang orisinal

Film nasional adalah budaya warisan. Film juga menggambarkan sisi perjalanan pandangan dengan potret sejarah menurut zamannya. Budaya priayi berbeda dengan budaya pop yang serba “bebas”. Jadi jika ingin melihat kebudayaan suatu bangsa. Tidaklah salah dengan melihat filmnya. Karena film mewakili generasi, konflik sosial, sejarah, budaya, bahkan kekuasan. Bahkan film bisa menggambarkan ekspresi individu atau kolektif atas realita, pandangan, dan seni itu sendiri. Dari alur jalan cerita, peran tokoh karakter, kamera, setting background sampai musik sangat terasa menyatu jika terintegrasi dengan baik, sehingga bisa dinikmati, dipahami, diapresiasi para pemirsa dan penonton.

Warisan itu bernama sejarah. Gagasan kesadaran akan harta karun zaman dulu yang menghubungkan kita sekarang ini lewat media film. Komite Film Dewan Kesenian Jakarta. Pada 7-31 Maret 2007, DKJ mencanangkan Bulan Film Nasional 2007 dan mencoba menyelami kembali sejarah perfilman negeri ini. Karena karya anak bangsa harus berpijak pada landasan sejarah yang benar. Bayangkan film Indonesia tanpa arah dan tujuan yang berlandaskan sejarah, bukan tidak mungkin bercita-cita awal luhur akan hancurnya peradaban film negeri ini. Masyarakat harus disadarkan bahwa mereka merupakan bagian sejarah itu sendiri. Bagaimana presfektif film yang seharusnya dibangun bisa melalui penyimpanan (filing, archiving).

Jadi sebenarnya usaha merekonstruksi bukanlah hal yang tidak mungkin. Bahkan boleh jadi menjadikan asset berharga yang tak ternilai bagi masyarakat. Tentunya dengan pengorbanan biaya pembuatan yang tentunya tidak sedikit dan perlunya orang yang tepat menangani. Asal historis yang terkandung berimbang tidak berat sebelah kesalah satu pihak. Karena sejarah film Indonesia adalah sejarah kekuasaan.

Lihat saja film Gie-nya Mira Lesmana dan Riri Riza, sangat berhasil menghidupkan suasana Jakarta dedake tahun1960 –an. Mulai dari pidato-pidato Presiden Soekarno di radio-radio dan iringan lagu Gendjer-Gendjer secara serius di garap secara professional oleh Art Director. Berhasil membawa imajinasi kita seolah tinggal di tahun tersebut yang sarat dengan pergolakan politik yang terkenal yaitu G30S – PKI. Karya ini bermuatan sejarah yang dikemas dalam balutan cacatan kehidupan seorang aktifis mahasiswa lengkap dengan bumbu romatisme dengan tidak menghilangakan nilai sejarah yang terkandung didalamnya.

Film Band of Brother karya Steven Spielberg dan Tom Hank yang pernah ditayangkan oleh station TV mengangkat kisah PD II dengan sejumlah komentar-komentar pelaku sejarah yang menjadi saksi sejarah pada waktu itu. Adalah merupakan proyek besar dan serius dari para sutradara kenamaan. Mengangkat ke layar lebar sehingga bisa secara utuh menggambarkan kejadian-kejadian secara lebih nyata dan hidup di abad millennium ini. Karya ini sangat monumental sekaligus prestisius untuk ukuran sekelas film Holywood.



Perfilman Indonesia : Sudahkan mendapat tempat di negeri ini? Sudahkah menjadi tuan dinegerinya sendiri ? Kedua pertanyaan tadi nampaknya masih sangat relevan dan signifikan menyangkut catatan sejarah panjang perfilm di Indonesia. Pernah mengalami mati suri.

Tak dapat dipungkiri ini menjadi awal sebuah dinamika kultur masyarakat Indonesia yang disebutkan perfilman bangsa ini telah mati suri selama sebelas tahun. Kebangkitan ini dimulai di tahun 1997 dengan hadirnya film Kuldesak yang dimotori sineas-sineas muda yang menamakan dirinya gerakan Sinema Independent mereka adalah Riri Reza, Mira Lesmana, Nan Achnas, Shanty Harmayn, Rizal Mantovani

Banyak pertanyaan muncul seputar rendahnya ‘spirit’ film Indonesia saat itu dari isi materi, dukungan pemerintah, serta lesunya animo penonton . Terbilang Film-film yang beredar seputar yang berbau horror dan film dewasa Sundel Bolong . Mungkin ini formula paling baku untuk menarik animo penonton. Meskipun faktanya film bergenre horror ini mengalami “reinkarnasi” dari segi metode pembuatan, kamera, animasi, pemain film dewasa ini.

Survey skala rating penonton TV terhadap tayangan-tayangan mistis sempat mengungguli sinentron, walaupun sempat mendapat reaksi keras dari kalangan masyarakat dan pemerintah. Mungkin ini pula yang menjadi alasan masih mewarnai film negeri ini disamping alasan komersil.

Bagaimana tidak persentase film ini tergolong banyak beredar di pasaran dibandingkan film yang mengangkat tema-tema kultur etnis seperti Ca Bau Kan atau film katagori festival yaitu Pasir Berbisik, Opera Jawa atau film-film bertemakan isu yang berkembang di masyarakat.

Walaupun ini tak sepenuhnya benar, bagaimana tidak Petualangan Sherina (1999) mampu menarik dan mencuri hati para penonton. Terbilang film musikal dengan kisah yang mengangkat suatu keluarga yang pindah dari suatu komunitas kota ke desa. Dimana citra budaya kota yang biasa diterima Sherina munaf ( pemeran/tokoh utama ) harus mengalami perubahan dan benturan adaptasi budaya ketika alam berubah di lingkungan pedesaan. Dengan tema yang sangat sederhana dan mudah dicerna oleh semua kalangan, disini Riri Riza sangat berhasil dan patut mendapatkan apresiasi di tengah kelesuan film nasional.




Arsip dan Pelestarian Film

Dimana kita bisa menikmati film-film dulu ?. Masih bisa kita tontonkah film gambar-gambar idoep ? Sebuah film dokumenter pertama yang di putar 5 desember 1900 di Tanah Abang sebelah toko mobil. Berisi tentang peristiwa di Eropa dan Afrika. Dimana film ini dipromosikan oleh harian Bintang Betawi. Tentu sangat sulit, hal ini ditegaskan oleh antropolog berujar bahwa “film Indonesia yang paling tua yang masih bisa ditonton adalah Enam Djam di Djogja (1951, Usmar Ismail).” Keterbatasan dan kurangnya program-program perlindungan nilai sejarah film nasional.

Ini menyangkut sistim dokumentasi, sebenarnya ada wadah yang mengelola bernama Sinematek Indonesia, lahir 20 Oktober 1975 bertempat di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Jakarta bertujuan menyimpan arsip. Inilah cikal bakal arsip film pertama di Asia tenggara dan telah terdaftar bergabung dengan FIAF (Federation Internasionale des Archives du Film), dan merupakan arsip pertama di Asia yang tergabung dalam asosiasi internasional.

Perawatan film seperti biasa kurang mendapatkan perhatian sehingga kerusakan tak terhindari. Alasan klise, masalah biaya maintainance dan kurang dukungan. Selama waktu itu Sinematek Indonesia masih mendapat dana dari Pemda DKI karena berdirinya bersama di keluarkanya SK guberbur DKI, Ali Sadikin. Setelah masa jabatan berakhir berakhir pula subsidi yang pada akhirnya diteruskan dengan mendirikan yayasan sebagai donatur dengan nominal dan instrument yang serba terbatas. Wajar bila banyak dokumentasi terbengkalai dan mulai rusak. Ungkapan kesedihan Salim Said dalam Pantulan Layar Putih, dimana sebagian film revolusi telah musnah dan hancur. Yang tersisa hanyalah guntingan koran, majalah, sinopsis film-film tersebut. Bahkan film monumental Tjoet Njak Dhien, Pareh, Terang Boelan, Antara Bumi dan Langit, Yang Muda Yang Bercinta, bahkan tidak kita jumpai di tempat itu.

Upaya mencegah kehancuran fatal telah banyak melalui kampanyenya kineforum Menolak Hilang Ingatan, idenya agar masyarakat tidak lupa akan filmnya sendiri dengan menggalang dana bisa lewat konser musik dengan cara yang unik dengan membuat album lagu, dimana diselipkan potongan film-film tempo dulu. Seperti pernyataan dari grup musik white shoes & the couples company yang beranggotakan berbasis IKJ “Album ini sangat, banget, terinspirasi oleh film-film nasional tempo dulu, seperti Tiga Dara, Asrama Dara, dan Ambisi. Di film-film itu, musik dengan film sangat dekat. Album ini kami buat dengan konsep sangat filmis, seperti soundtrack. Ada potongan dialog-dialog film yang dimasukkan (sebagai jembatan antara satu lagu dengan lagu berikutnya),"

Pemberdayaan lembaga atau komunitas bermotif pada pelestarian arsip film-film nasional, tidak hanya pada pusat kekuasaan saja. Tetapi harus merata di dearah atau pelosok negeri ini. Budaya lokal harus dijadikan aset berharga bagi informasi kepustakaan sekaligus kemandirian pemerintah daerah dalam meningkatkan kepedulian dan wawasan masyarakat setempat akan film. Tataran Sunda mengawalinya dengan film lokal pertama di tahun1926 berjudul Loetoeng Kasaroeng mengambil shooting di lokasi Padalarang dan diproduksi NV Java Film. Diperankan oleh anak bupati Bandung, lalu diputar di bioskop Majestic, yang sampai sekarang masih berdiri. Setahun kemudian diikuti film Eulis Atjih (Poetri Jang Tjantik dari Bandoeng), diputar di Bandung pada Agustus 1927. Sedangkan film kontemporer, budaya minang diangkat Riri Riza dalam film Eliana Eliana, Opera Jawa oleh Garin Nugroho.

Penyusunan atau daftar katalog film Indonesia yang diperoleh dari riset dan penelitian masih mendapat kendala dan belum ‘membumi’. Masih dalam tarap menempatan posisi atau eksistensi sebagai penyelamatan film nasional. Pandangan melihat penelitian sebagai kurang menguntungkan secara financial. Akhirnya kesenjangan informasi secara akurat dan detail sejarah film nasional sangat minim. Sangatlah wajar dan mendesak segera mengembangkan lembaga riset & penelitian film Indonesia sebagai bagian dari pelestarian karya seni layar lebar. Bisa dibuktikan sedikit tulisan ilmiah atau literatur secara sistematis sebagai sebuah buku, majalah, dan media lainya mengenai film Indonesia.Tengok saja di rak-rak toko buku apakah mudah mendapatkan informasi film?. Sudah saatnya pergerakan yang sifatnya melestarikan dan melembagakan segala informasi harus digalakan dan didukung oleh semua pihak. Agar kesalahan atau dosa sejarah tidak terulang lagi.

Membuka lembaran halaman buku lawas ibaratnya melihat sejarah film zaman dulu di jaman ini gampang-gampang susah. Mencari barang yang usang hanya mampir di museum-museum sejarah untuk menjaga kerusakan yang fatal. Boleh jadi itu hanya menjadi kenangan orang tua kita belaka. Begitulah kenyataan bila mencari karya-karya terdahulu dari para maestro sineas Indonesia. Bisa dikatakan alasan dengan mudah, bahwa teknologi dahulu berbeda format dengan sekarang. Bayangkan untuk merawat film perlu ruang penyimpanan film, bertemperatur 5 - 7 derajat Celcius dengan kelembaban 45% - 60% RH. Dalam kondisi ini film bisa dilestarikan sampai sekitar 50 tahun untuk film berwarna, 100 tahun untuk film hitam putih. Untuk bisa mempertahankan film berwarna hingga berusia 100 tahun temperaturnya harus 0 derajat Celcius dengan kelembaban ruang sekitar 40% RH. Cool storage serupa itu 'impiannya' akan dibangun di luar kota yang memiliki temperatur tidak sepanas Jakarta. Itu untuk menyimpan film arsip. Sedang ditempat yang sekarang hanya untuk menyimpan copy putar (screening copy).

Penggunaan program komputerisasi sebagai database katalog koleksi film, buku dan dokumentasi. Dengan adanya program ini diharapkan pengunjung mempermudah mencari data/informasi yang diperlukan. Dalam sistim dokumentasi dewasa ini orang dengan mudah menggandakan sebuah film dalam hitungan detik dalam sebuah compact disk ditambah dengan kapasitas VCD (700 MB), DVD (4,2 GB), dan teknologi DVD Blue-Ray (25 GB) bisa menyimpan sepuluh film.


Peran Serta Komunitas Masyarakat

Pandangan apresiasi masyarakat sangatlah beragam terhadap film. Sangatlah mudah dijawab karena tingkat pendidikan, dikutip dari Riri Reza dalam suatu wawancara dengan sebuah majalah. Sangatlah wajar bila masyarakat masih meminati film tertentu butuh edukasi waktu yang panjang dan melelahkan. Setidaknya perlu adanya pendekatan persuasif dari berbagai elemen masyarakat, budayawan, insan-insan perfilman, pemerintah serta lembaga-lembaga terkait. Pelatihan-pelatihan atau couching clinic ke sekitar kampus dan sekolah, pernyelenggaraan Jiffest, Ganesha Film festival merupakan bagian pijakan yang benar kearah meleknya masyarakat terhadap bagaiman proses pembuatan film, seni peran, sinematogafi berserta unsur apresiasi dunia film.

Peran masyarakat mempunyai hak yang sama untuk ikut berperan serta dalam memelihara, mengembangkan, memajukan dan mengawasi perfilman Indonesia. Pernyataan publik berupa kebijakan demi keberlangsungan dan kemajuan perjalanan film ke depan lebih cerah, sense belonging bergerak menuju keselarasan dengan tentunya tidak untuk mematikan daya kreatifitas anak-anak bangsa ini dalam berkarya menciptakan demi keharmonisan keselarasan bangsa ini dengan haus ‘ spriritualistis’.

Hal ini di tunjang dengan meleknya rakyat Indonesia terhadap information technology kemudian bermunculan forum atau komunitas film independent menjamur, ada sekitar delapan puluh komunitas film tersebar di dunia maya. Sebut saja komunitas ini tersebar di berbagai kota seperti filmalternatif.org, rumahfilm.org, jiffest.org, masyarakatfilmindonesia. wordpress.com, dan masih banyak lagi. Hebatnya lagi sebagian komunitas film ( kineruku, kinoki, arisan forum) menerbitkan jurnal untuk mengkaji dan mengangkat tema-tema masalah film Indonesia.

Tidak hanya itu saja, terjun aktif dalam kegiatan kampanye atau slogan dalam memajukan citra film di seluruh pelosok, yang masih terakumulasi di perkotaan besar saja dewasa ini. Komunitas-komunitas secara independen mengadakan diskusi-diskusi aktif mengenai isu-isu film Indonesia. Hal ini berkat kemajuan teknologi Informasi sehingga masyarakat di manapun bisa mengakses informasi dengan dialog interaktif yang melekatkan antara mayarakat awam, penikmat film, dan para insan perfilman. Timbal balik ini setidaknya memperkuat dan menjawab permasalahan atau problematik seputar film Indonesia.

Kemajuan teknologi telah menjadi bagian terpenting dalam pembuatan film bangsa ini. Produksi film menjadi sangat mudah dan cepat dengan teknologi kamera video digital ditambah dengan kapasitas komputer semakin besar sehingga leluasa beranimasi. Membuka keran selebar-lebarnya bagi amatiran, profesional dalam membuat film. Banyak cerita pendek di ungkap hanya menggunakan camera digital dan HP yang kemudian di upload di internet sehingga bisa dinikmati secara luas.


Perlu proses yang panjang dengan waktu, kesabaran, keringat dari kebiasaan masyarakat menonton yang kurang mendidik ke tema-tema atau polemik yang ada disekitar masyarakat. Sehingga mereka memandang dengan optimistik hidup, toleran, dan berbagi sesama. Bangsa ini telah lama menderita ditambah dengan tayangan yang kurang mendukung cara pandang bahkan terkadang menjual mimpi, di harapkan mampu menonjolkan sisi positif bangsa yang terhormat dengan semangat kebanggan nasionalismne untuk mencintai bangsa sendiri. Citra melekat selama ini mampu dikikis lewat film yang mampu menggugah, inspiratif dengan cara penyajian cerita yang sederhana dan mudah dipahami.

Kampus sebagai wadah akedemisi sekaligus menjadi jembatan interaksi komunikasi antara praktisi dan lembaga perfilman pemerintah, dan masyarakat untuk saling berbagi pengetahuan, workshop, dan ajang apresiasi bisa diberi tempat yang layak didukung. Seperti Ganesha festival film di ITB yang menyelenggaran acara tahunan. Animo publik terutama mahasiswa terbentuknya forum komunitas apresiasi film banyak menambah perbendaharaan dalam urun rembuk problematika film Indonesia. Terkadang kritikan mereka sangat tajam dan lugas. Ini menunjukan bahwa awarenes dunia pendidikan masih eksis dan cenderung independent. Pergulatan pemikiran akademisi tentu banyak menyentuh masalah kebijakan dan peraturan perfilman. Di dasari kepedulian dan keprihatinan besar untuk masa depan sinema negeri ini.

Selektifitas atas tontonan bermutu dan mendokumentasikan adalah bagian dari pelestarian budaya bangsa. Definisi tontonan bermutu bermaksud pada film yang memiliki karakter, nilai, pandangan, ajakan, dan informasi sekaligus hiburan, bukan film sebaliknya. Tipe film ini yang pantas mendapatkan apresiasi setinggi. Meskipun pada pada faktanya tidak setiap film bermutu memiliki daya jual, boleh jadi idelisme bukan komersialisme.

Untuk menyajikan film yang bermutu, workshop merupakan edukasi pengetahuan para sineas muda dalam berkarya sebagai penunjang sebuah kaidah standar film. Christine Hakim berucap dalam sebuah workshop di Bali “Saya berharap akan muncul sutradara berbakat dari aktivitas ini,”. Workshop ini bertujuan mempersiapkan film yang mengangkat isu-isu lingkungan. Tak pelak lagi global warming ikut mewarnai perjalanan film di dunia. Al Gore mantan wakil presiden Amerika Serikat sendiri mengkampayekan ajakan kesadaran terhadap kutub utara yang mengalami pencairan es secara tajam. Tingginya keprihatinan terhadap perusakan alam, membawa dia mendapat hadiah Nobel.



Apresiasi Film Indonesia

Layaknya sebuah karya seni tentu tidak lepas dari subjektitifas si empunya. Garin Nugroho pernah mengatakan bahwa “ nilai sebuah karya berdasarkan pretensi pembuat”. Ini tidak bisa dikatakan bahwa idealisme seseorang termuat atau secara eksplisit dalam media karya film beliau. Seperti dimuat dalam sebuah wawancara di majalah ibukota, sewaktu kecil beliau suka membayangkan dirinya dalam sebuah peran. Bahkan secara jelas dia termasuk orang soliter dan keras hati. Terkadang pemikiran yang berbeda tentunya tidak lantas sebagai hal yang dilarang tetapi harus dijadikan sebagai bahan perbandingan kritis. Wacana alam diskusi dewasa ini telah membuka pintu pemikiran lebih terbuka dan tidak memaksakan kehendak. Sehingga sebuah karya film tidak serta menjadikan pandangan utama, tetapi dipandangan sebagai sifat perbandingan, pendidikan, kritik, toleransi, dan alternative solusi, keterbukaan. Inilah secara sederhana disebut dengan “ apresiasi “.

Sebuah alur cerita film tidak berbeda dengan tulisan yang menggambarkan alam pemikiran si penulis memberikan ruang interaksi apresiatif yang positif terhadap suatu karya film. Sehingga wacana pembaharuan dan pencerahan bisa berlangsung bagi perfilman di Negara ini. Arifin Chairin Noer menyabet penulis skenario terbaik di festival film Asia 1972 dalam film Pemberang, juga mengatakan hal serupa yaitu “film sebagai media ekspresi pada saya “. Dilihat perjalan karirnya melalui teater kecil sebagai wadah ekspresi jiwa yang mengangkat protes sosial mengenai pelacuran, orang-orang terpinggirkan, pencopet, manusia-manusia kolong, disamping latar belakang orang yang taat pada agama. Taufiq Ismail pernah berkata usai pembacaan syair “ Arifin adalah pembela kaum miskin” hal ini dipertegas dengan pernyataan Arifin sendiri bahwa “ Saya hidup di dunia kelam dekat dengan kejelataan dan musik dangdut”.

Latar belakang dan pengalaman hidup telah mengajarakan pendidikan alami dan menempa paradigma menjadi nilai karya seseorang berdasarkan pretensi pembuat begitu ulang Garin. Corak, warna, gaya penuturan, setting, nilai-nilai universal akan menjadikan trade mark atau kekhasan seseorang. Teguh karya merupakan sosok pribadi yang teguh baik dalam dalam mengarahkan aktor/aktris dengan penuh disiplin dan kosistensi ketegasan. Hal ini diamini oleh Presiden Soekarno bahwa teguh karya si ‘sang kaisar’ menjadi simbol keteguhan dalam berkarya.

Mereka adalah orang yang masih memegang idealisme dan independensi serta kecintaan mendalam terhadap pelestarian kehidupan perfilm Indonesia.Contoh teladan hidup dan masterpiece di zamannya adalah tokoh-tokoh seperti Sjuman djaya, Christine Hakim, Asrul Sani, Usmar Ismail, Arifin C Noer, Dedi Mizwar, Garin Nugroho.

Sekarang ini para sineas cenderung membuat film dengan mengangkat realita-realita sosial, karena tentu saja permasalahan dan sudut pandang yang berbeda, meskipun hal ini tak selamanya benar. Penonton sekarang diajak untuk melihat sesuatu secara membumi tidak menjual khalayan dan mimpi bak sinetron. Film-film yang seperti ini jelas melawan arus dari segi keuntungan tetapi haruslah mendapat apresiasi dari “masyarakat yang masih belum terdidik tadi”. Lembaga perfilman pemerintah harus secara aktif memberikan ruang gerak yang lebih dengan memberikan kemudahan dan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada film jenis ini. Boleh dikatakan sebuah ‘keberpihakan’ demi dan sekaligus mengarahkan penonton yang berkualitas dan tontonan yang berbobot tentunya.

Sungguh banyak bahwa penunjukan ‘jiwa’ film negeri telah mengalami era-era yang tentu saja banyak peralihan peradaban dari motif baik skala kecil menjadi besar. Fluktuasi budaya film tidak terlepas dari latar belakang peta politik dan sosial kemasyarakatan dewasa itu. Ini tentunya tidak merupakan acuan utama tetapi lebih sebagai pemicu bagi produser dalam kerangka usaha membentuk citra di mayarakat. Banyak film pada zamannya mewakili gambaran dirinya. Film era di tahun 1960-1980 bertemakan sejarah Janur Kuning dan Serangan 11 Maret merupakan representatif pemerintah orde baru dalam posisi sebagai citra pahlawan mengusir penjajah. Pesan dan nilai perjuangan ditanamkan sejak sekolah dasar. Masih dalam ingatan bahwa setiap tanggal 11 maret tiap-tiap sekolah dijawibkan menonton film tersebut.

Corak warna film mewarnai rantai cerita kisah dari masa ke masa, tidak lepas dari kondisi setempat yang mempengaruhinya. Bisa itu budaya, keyakinan, isu-isu yang berkembang dan hangat ketika itu. Tinggal para produser, sutradara, industri film mengolahnya sebuah pasar yang menjanjikan sekaligus menggugah akal, pikiran , dan nurani. Kepekaan-kepekaan lingkungan akan masalah yang berkembang akan menarik inspirasi dalam pembuatan film. Sesungguhnya banyak celah yang bisa diindahkan dalam pelestarian film dari segi dokumentasi sejarahnya mulai dari teknologi kamera konvensional sampai terbaru. Disitu bisa kita lihat pemanfaat dan kelebihan serta kekurangan yang berimbas kepada effisiensi, biaya produksi, waktu dan hasil produk. Walaupun tentunya tidak bisa tidak ini menjadi gambaran bagaimana pembuatan film dahulu akan sangat berbeda dengan penggarapan zaman sekarang.

Segmen film yang ditawarkan di negeri mulai beragam, tidak lagi menjadi monopoli film dewasa atau horor. Suatu loncatan dari para produser film memberikan banyak warna pilihan mulai dari film anak-anak ( Petualangan Sherina ), sejarah biograpi ( Soe Hoek Gie ), film nasionalisme-kepahlawan ( Naga Bonar Jadi Dua), situasi komedi ( X large ) dan banyak lagi. Boleh dikatakan sebenarnya perfilman negeri ini sudah pada track yang benar. Mudahan-mudahan tidak sekedar meraup keuntungan tetapi ada nilai atau pesan yang diangkat.
Pemberdayaan film sudah bergeser dengan munculnya peran serta pihak luar pagar yang besar seperti partisan non pemerintahan. Penghargaan diberikan kepada pihak insan pekerja seni tanah air setidaknya memberikan angin segar meningkatnya kreativitas anak muda dewasa ini untuk berkarya. Keikutsertaan mereka bisa membantu kekurangan masalah dana untuk lebih menggairahkan peta perfilman.

Persinggungan panggung film dengan ranah sosial, budaya masyararakat Indonesia terbilang sangat kuat. Bagaimana tidak, sekarang banyak film-film beredar diangkat dari kisah nyata terbilang film Gie (2005) seorang aktivis mahasiswa keturunan yang idealis bernama Soe Hok Gie, Eliana-Eliana (2002) dilatarbelakangi masalah sosial poligami, sampai Hantu Ambulan dari cerita sebuah mobil ambulan di Bandung yang mempunyai muatan cerita mistis, Ayat-Ayat Cinta (2008) yang diambil dari novel laris bernafaskan religi dan masih banyak lagi.

Tentunya ini merupakan himpunan dari upaya dan strategi menarik minat penonton. Tarik menarik materi cerita yang menjadi insipirasi para produksi film sangat tergantung dari idealisme, paradigma, sampai nilai komersil. Tentu sah-sah saja alasan apapun, ini menjadi banyak pilihan penonton untuk memilih alternatif yang beragam. Yang jelas dewasa ini telah membawa angin segar bagi perfilman di Indonesia. Tumbuh dengan subur para sineas-sineas muda, teknologi kamera video digital, serta dukungan iklan dan sponsor ditambah minat penonton menjadi tuan di negerinya sendiri.


Kritik Film Nasional

Genre film tertentu yang terlalu dominan dewasa ini sekaligus tidak membawa pesan yang membangun sebaiknya di kurangi dengan ajakan-ajakan edukatif. Menggiring tontonan seperti ini tentu perlu pendekatan yang serius dan membumi. Janganlah ditambah atau dipersulit bangsa ini dengan nilai-nilai yang kurang mumpuni, bawalah alam pemikiran mereka kepada sikap-sikap positif. Setidaknya film sendiri menjadi alat bantu pemerintah untuk mamajukan pendidikan mental dan spiritual tidak hanya melalui formal atau agama.

Dinamika film Indonesia adalah perubahan. Sifat menutup diri dari kritik, perundangan yang sudah usang, peraturan yang statis tidak fleksible harus senantiasa mengalami revisi seiring dengan perubahan yang cepat. Ada pepatah bijak mengatakan “ Bersiap-siaplah di telan jaman jika kita tidak dinamis”. Sikap-sikap seperti inilah harus menjadi referensi bagi seluruh elemen perfilman negeri ini.

Janganlah sejarah polemik insan film dengan pemerintah atau badan/lembaga terkait menjadikan kemunduran film bangsa ini. Biarlah waktu yang menentukan dan biarlah itu menjadi pendewasaan pemikiran. Harapan kedepan akan cerahnya film Indonesia masih terbuka lebar. Sumber daya manusia tidak pernah kering di negeri ini hanya penanganan dan sistim yang benar akan menumbuhkan harapan-harapan baru.

FFI dan penghargaan merupakat apresiasi tertinggi di dunia film Indonesia. Pertama kali diadakan di tahun 1955 dan Piala citra sebagai puncak kebanggaan para insan film di kancah yang paling bergensi di negari ini. Faktanya banyak kegelisahan dan kemelut dalam kinerja sistim di tubuh FFI masih mengundang polemik bahkan sampai dewasa ini. Terakhir film Ekskul di nobatkan sebagai peraih film kategori terbaik. Kontan banyak terkejut, para sineas muda mempertanyakan sistim penjurian. Mirip ketika generasi Usmar Ismail yang kala itu karyanya berjudul Lewat Djam Tengah Malam tidak meraih penghargaan kategori Sutradara terbaik.

Film ini dianggap ‘menggangu’ karena sifatnya mengkritik pemerintahan yang korup pasca perang revolusi. Karena banyak pengetatan aturan serta monopoli pada zaman orde baru. Pembungkaman corong politik sangat tabu diangkat ke layar lebar. Sehingga mematikan daya kreativitas, serta pemasungan berbicara di ranah tersebut sangat dilarang. Mungkin banyak film-film independen bawah tanah masih eksis tetapi tidak nampak ke permukaan. Sungguh tragis nasib film kita dewasa itu. Disamping atmosfir waktu itu tidak banyak membantu mencipta karya layar perak. Hanya sebagian film yang mendukung pemerintah atau tidak menyinggung hal sensitif.


Kemudian kurang harmonisnya para insan film dengan badan/lembaga perfilman nasional seperti BP2N, Lembaga Sensor Film (LSF) yang semuanya bemuara pada UU no 8 tahun 1992. Banyak persoalan-persoalan mengemuka ke publik mulai dari sistim kinerja FFI, pemotongan scene film. Mungkin banyak kepentingan turut campur dan terlibat sangat jauh. Sejauh ini memang terdapat tarik ulur secara policy, dan tampaknya titik temu masih jauh dari harapan. Barangkali semua masalah yang meliputi negeri perlu waktu, energi, dan biaya untuk tahap kemapanan dan stabil. Tetapi kadang timing yang tidak tepat. Minimal harus ada moral tanggung jawab terhdap kelangsungan perfilam Indonesia dengan tidak di tunggangi muatan politis.

Sudah saatnya lupakan permasalahan rumit nan pelik tadi. Masih banyak contoh bahwa tanpa atau dengan itu banyak potensi yang masih di kembangakan tanpa perlu melibatkatkan diri dalam permasalah di lihat dari segi masyrakat awam. Karena pergeseran baik berupa nilai, estetika, dan pandangan yang dinamis, tentu kebijakannya harus memberikan ruang dialog yang lebih luas demi kemajuan film tanah air. Bahkan boleh jadi ukuran-ukuran apresiasi film sangatlah subjektif. Apakah itu FFI, JIFFEST, FFJ atau penghargaan-penghargaan baik dari instansi pemerintah maupun non pemerintah secara independen, toh pada akhirnya masyarakatlah yang memilih tergantung pada tingkat kedewasaan pemahaman mereka terhadap film.

Masih hangat permasalahan undang-undang media pers sempat menjadi polemik nasional. Anggota legislatif dan komisi penyiaran harus merevisi setelah adanya masukan dari media cetak dan televisi. Gesekan perbedaan paling sering mengemuka adalah masalah batasan mengenai wilayah eksistensi dari ekspresi kebebasan . Sering kali benturan dengan lembaga sensor baik itu dari media pers maupun film. Penulis sekaligus sutradara Asrul Sani di tahun 1992 pernah mengatakan bahwa lembaga sensor sudah saatnya ‘ diperbaharui’ karena sudah tidak bisa menampung masalah perkembangan intelektual yang semakin kompleks. Beliau memberikan alternatif solusi dengan memberikan sepenuhnya kedalam bentuk diskusi atau dialog secara demokrasi yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, pemerintah, insan film, media, pembuat dan distributor bersama-sama ikut bertanggung jawab dalam menciptakan kemaslahatan kehidupan film.

Seandainya RUU perfilman seperti yang telah dikemukakan diatas perlu adanya penyempurnaan, kenapa tidak. Tentunya dengan revisi akan mempermudahan penyelenggaraan bukan menambah masalah baru.

Sesungguhnya, secara legal dan badan, lembaga, asosiasi, dan unsur-unsur terkait dalam kecintaan mewarisi dan melindungan harta hasil karya-karya seni anak bangsa, ini telah memberikan payung hukum. Seiring dengan perkembangan dinamika jaman yang semakin banyak menimbulkan masalah dan tafsiran-tafsiran baru, harus senantiasa melakukan perubahan, penyempurnaan, bahkan membuat peraturan baru demi melindungi hak-hak dan kewajiban setiap perorangan, organisasi, lembaga, industri film dan pemerintah. Undang-Undang No. 8 Tahun 1992 tentang Perfilman di Bab 2 pasal 2 dalam asas, visi, misi, dan fungsi bahwa Penghormatan atas hak dan kewajiban serta kepastian dan persamaan hukum.

Tim perumus yang terdiri himpunan perfilman terkait, sewajarnya merevisi pasal-pasal yang menimbulkan penafsiran yang sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang ini. Dengan fleksibilitas RUU perfilman secara aktif melakukan adaptasi setiap perubahan akan lebih memberikan harapan cerah ke arah pertumbuhan yang sehat dan dinamis. Revisi-revisi dan penambahan fasal merupakan bagian upaya pelestarian film kita sebab sama saja dengan menjaga keberlangsungan karya seni dan budaya bangsa. Melindungi tindakan monopoli, memberikan ruang kebebasan berekspresi, memberikan jaminan hukum, memberikan batasan, wilayah yang jelas dalam kerangka pelaksanaanya.

Tidak lupa pula, peran serta pemerintah dalam mensuburkan iklim perfilman di tanah air. Dengan tidak menghambat daya kreativitas, memberikan rambu-rambu peraturan dalm mempermudah proses perijinan pembuatan film artinya prosedure tidak berbelit-belit. Tidak mempolitisir kebijakan undang-undang perfilman seperti UU no 8 tahun 1992. Biarlah perkembangan film berjalan secara sehat, kompetitif dan independent. Tim perumus harus mengadopsi semua kepentingan dalam penyusun draft RUU perfilman. Mereka dari organisasi yang berkecimpung di dunia film seperti Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Karyawan Film dan Televisi (KFT), Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Gabungan Studio Film Indonesia (GASFI), Persatuan Perusahaan Film Keliling Indonesia (PERFIKI), Asosiasi Industri Rekaman Video Indonesia (ASTREVI) dan organisasi profesi perfilman lain. Bila ini berjalan secara sinergi maka tentunya pendapatan pemerintah dari film ini akan menambah devisa negera. Sekaligus adanya pengontrolan dari hasil pajak yang harus di gunakan untuk perkembangan film nasional.

Page Ranking, pentingkah?

PAGERANK, adalah satu metode mengetahui seberapa populer suatu situs web yang mampu mendongkrak posisinya di situs pencari.

Namun untuk menempati urutan 10 besar dari hasil pencarian, Anda tidak perlu memiliki domain dengan nilai pagerank 6-8. Kecuali situs web Anda adalah situs web portal news yang isinya gado-gado.

Kalau Anda membidik suatu bisnis dengan niche product dan niche market tertentu, untuk menempati urutan 10 besar bahkan 5 besar tidak perlu harus memiliki pagerank tinggi, dengan memiliki pagerank 2-3 saja cukup.

Gak percaya?

Lihat saja pagerank situs bisnis dari 3 Perusahaan saya (walaupun pagerank-nya tidak lebih dari 4) mampu menjaring banyak perusahaan UKM, perusahaan menengah maupun perusahaan Multinasional di Indonesia sbb:

1. PT Daxell Indonesia (www.daxell.com)
lihat daftar pelanggannya di http://daxell.blogspot.com (data pelanggan thn 2005-2006) dan http://daxell.wordpress.com (data pelanggan thn 2007)
2. PT Muggom Souvenirs (www.muggom.com)
lihat daftar pelanggannya di http://muggom.blogspot.com.
3. PT Kabajak Promosindo (www.kabajak.com)
lihat daftar pelanggannya di http://promokaos.blogspot.com

Kesemua itu, ratusan klien saya diperoleh dan dijaring lewat situs pencari (berkisar 92%-97%).

Membuat bisnis internet online

Tertarik untuk membuat bisnis online ? berikut ini panduan kami untuk anda. Mudah - mudahan bermanfaat dan menumbuhkan semangat anda untuk memiliki dotcom sendiri.

1. Munculkan Ide / Gagasan.

Munculkan ide yang menarik beda dan anda menyenanginya. ide bisa berasal dari hobby anda , kesukaan anda ataupun keahlian anda. Tidak usah takut nggak laku , yang penting muncul banyak ide kemudian di seleksi yang paling ok di pilih.

2. Jual Diri atau jual Produk lain.

Masih berhubungan dengan no.1 , kalau keahlian anda bagus misalnya : ahli trading , ahli mendesain web , ahli membuat perencanaan bisnis , ahli mengelola bisnis ?

2 alternatif menarik yang bisa anda kembangkan, pasti bisa !

3. Unik , lagi booming atau justru belum pernah ada.
Bisa unik / beda belum ada di pasaran,... mmmm menarik. Atau bisnis itu sedang booming , kemudian anda kelola dengan baik dikasih bumbu - bumbu tambahan lagi. Atau bisnis itu belum pernah ada , dan anda saja yang ahli.


4. Perencanaan Keuangan.
Rencanakan anggaran anda dengan baik, biaya bikin web , beli domain, sewa hosting , biaya makan - minum dan beli Food supplement supaya badan tetap segar , semangat berpikir dll.

5. Strategy Promosi.
Sukses berbisnis bisa diawali dengan berkenalan dengan orang lain / sahabat anda yang sudah lebih dulu menjalankan bisnis online di internet. Dengan mau belajar dan menjalin pertemanan , mungkin anda akan mendapatkan ide - ide baru atau tips - tips terbaru seputar dunia bisnis itu sendiri.

Kalau anda punya website , maka sangatlah bagus membangun program ' Link Exchange ' . Saling bertukar link , maka semakin cepat website anda ter - index di mesin pencari google, yahoo ataupun msn.

BEKERJA ONLINE di Internet
Enak sekali , bisa dijalankan saat santi di kantor ataupun online dari Rumah.

Banyak yang belum mencobanya, tapi kalau sudah tahu, pasti ketagihan semua. Pertumbuhan pemakai internet di indonesia cukup besar , kebanyakan mereka mengakses internet dari Kantor atau warnet.

Apakah anda sudah memiliki rencana untuk punya akses internet dari Rumah ? Pasti itu lebih baik lagi.

Sekian , semoga bermanfaat.

5 promosi media bisnis anda

Menjalankan Bisnis di Internet, apapun jenis bisnis itu, tentu tidak bisa lepas dengan yang namanya advertising atau iklan.

Akan tetapi mengiklankan website anda di tempat-tempat yang tidak tepat hanya akan merugikan anda karena harga dan hasil yang anda dapat tidak akan sebanding.

Karena itu media promosi yang Targeted sangatlah penting. Saya akan paparkan beberapa JENIS media promosi yang bisa dimanfaatkan sebagai media promosi targeted.

1.Newsletter/E-Zines

Majalah yang diterbitkan secara elektronik..dan diterbitkan oleh seseorang lewat satu situs... pengarangnya bisa orang itu sendiri bisa juga kontribusi dari orang lain..

Kalau situsnya situs bisnis maka E-Zines nya juga E-Zines bisnis dan kalau orang memilih untuk berlangganan E-Zines itu maka dia adalah orang yang tertarik dengan bisnis..

Beriklan di E-Zines artinya anda memastikan bahwa iklan anda dibaca oleh orang yang memang tertarik dengan topik E-Zines itu


2.Membeli Leads

Apa itu leads? Leads adalah prospek untuk bisnis anda yang sudah diseleksi. Biasanya membeli leads digunakan untuk mendatangkan sign up bagi bisnis internet.

Leads adalah daftar identitas(bisa nama,alamat,email dll tergantung kebijakan penjual) orang-orang yang tertarik dengan suatu kategori tertentu. Contohnya adalah home business leads yaitu daftar identitas orang-orang yang tertarik dengan home business.

Yang paling penting sekarang adalah anda mengetahui darimana leads itu didapatkan. Apakah prosesnya benar? Untuk itu pastikan anda hanya membeli leads dari perusahaan yang sudah kredibel, walau harganya lebih mahal yang penting ada jaminan bahwa leads itu benar.

Biasanya leads itu didapatkan dari iklan di internet, leads itu mengklik suatu website dan memasukkan email dan data diri mereka dan meminta untuk di kirimi informasi tentang suatu topic.

Dengan adanya leads yang bisa dibeli ini maka anda tak perlu lagi membuka susah payah mengumpulkannya sendiri, dengan mengeluarkan sejumlah uang anda bisa membeli beberapa ratus leads untuk anda masukkan ke dalam autoresponder anda dan selanjutnya anda kirimi sales letter anda.

Jika ingin melihat salah satu perusahaan leads terkemuka bisa klik di http://www.mlmreporter.com/leads.html

3.Iklan Baris TERKATEGORI

Memasang iklan baris di kategori tertentu juga mendatangkan orang-orang yang targeted..
YANG PERLU diperhatikan adalah pastikan bahwa Situs Iklan itu keras dalam aturan kategori..

Artinya bahwa iklan M-L-M harus ditaruh di kolom MLM, tidak boleh di kolom pekerjaan, Iklan mobil ya harus ditaruh di mobil tidak boleh di Opportunity..

Kalau situsnya membiarkan iklan iklan salah kategori begitu saja maka jangan beriklan di sana
Cari situs yang Kategorinya jelas dan tegas

4.Paid to Read Mail Advertising

Pernahkah anda mendengar program yang membayar anda untuk membaca email?

Biasanya jumlah yang dibayarkan dalam bentuk dollar. Cobalah anda ikut dalam program seperti itu..waktu daftar tentu anda ditanya kategori apa yang anda tertarik ?

Dengan beriklan di sana DIPASTIKAN bahwa pembaca akan membaca Iklan anda. Ingat dalam hal ini anda memerlukan sebuah tampilan front page yang MENARIK.
Biasanya para pembaca email diharuskan mengklik link website anda dan diam di sana selama kurang lebih 15 detik..

Nah jika tampilan website anda menarik maka dalam 15 detik itu diharapkan pengunjung bisa tertarik...
Yang jelas juga website anda harus sudah bisa di load dalam 15 detik.

Biasanya beriklan di sini biayanya sangatlah murah.

5.Pay per Click Search Engines

Di pay per click search engines (overture.com /goto.com) anda bisa menawar seberapa besar biaya yang anda akan bayar untuk keywords anda. Nah di sini siapa yang menawar tertinggi akan ditaruh di daftar paling atas.

Contoh:

Saya menawar untuk kata kunci ‘business’ dan ‘opportunity’ di pay per click search engines seharga $0.12 per click, dan ternyata ada 200 orang lainnya yang menawar dengan harga yang lebih tinggi dari saya.

Maka ketika ada orang mengetikkan kata ‘business’ atau ‘opportunity’ di search engine overture.com, hasil searchnya akan menempatkan website milik penawar tertinggi di paling atas dan website saya di urutan ke 200.

Akan tetapi yang membuat metode promosi ini popular adalah tingkat akurasi nya yang tinggi. Artinya media promosi ini TARGETED sekali, dan anda hanya membayar per click.

Jadi misalnya hanya ada 1000 orang yang mengklik website anda via search engine itu maka anda hanya membayar 1000 kali tarif per klik yang anda tawarkan.

Di atas adalah 5 media promosi yang efektif dan TARGETED. Untuk Indonesia hanya nomer 1 dan 3 yang sudah popular. Pastikan bahwa anda sudah berpromosi menggunakan ke 5 cara di atas dan tes lah yang mana yang paling efektif untuk website anda sendiri.

Perkembangan peluang bisnis internet

Perkembangan Peluang Bisnis Internet semakin besar dari tahun ke tahun dan terus bertumbuh. Berapa besar prospek bisnis internet ??? Prospek bisnis internet sekilas dapat dilihat dari banyaknya pengguna internet di seluruh dunia. Berdasarkan data statistik yang didapat dari internetworldstats.com dapat dilihat pengguna internet dari tahun ke tahun semakin bertambah. Diperkirakan sampai tahun 2007, pengguna internet di seluruh dunia sudah mencapai 6.5 Milyar pengguna internet dan pengguna internet di indonesia diperkirakan sebesar 18 Juta pengguna internet.


Baik Bisnis Internet yang membidik market di Indonesia saja atau ke seluruh dunia terus bertambah dari tahun ke tahun. Tetapi sayangnya, banyak sekali bisnis di Indonesia yang sudah memiliki website dan belum mengoptimalkan website mereka, karena tujuan dari website mereka tersebut hanya sebagai penyedia informasi dan company profile saja, belum dalam taraf memasarkan produk melalui internet. Sedangkan internet bisa menjadi media pemasaran yang sangat baik untuk memasarkan produk ke seluruh dunia. Yang Anda perlukan adalah adanya pengaturan harga jual, media pembayaran dan mengatur proses pengiriman produk ke alamat pembeli. Semuanya itu bisa dilakukan menggunakan sistem.

Anda bisa melihat bisnis internet berikut yang memasarkan produk Indonesia ke luar negeri: mangga-dua.com , Anda bisa mempelajarinya dan juga mungkin mulai mempersiapkan produk Anda sendiri untuk dipasarkan keluar negeri melalui internet.

Mari membangun bisnis internet Indonesia

Belajar internet marketing

Pernahkah Anda bertanya-tanya "Apakah Belajar Internet Marketing merupakan keahlian yang pantas untuk dimiliki, walaupun Anda berada di Indonesia?".
Atau "Apakah Belajar Internet Marketing merupakan keahlian yang penting untuk dimiliki, terutama jika Anda berada di Indonesia?"

Sebelum Anda menjawabnya, mari saya ajak Anda untuk melihat beberapa informasi yang berhubungan dengan tentang Trend Internet Marketing di Asia terutama di Indonesia.

Menurut data statistik terakhir, total pengguna internet dunia adalah 1,114,274,426 orang, dan populasi terbesar adalah dari Asia ( 398,709,065 orang) BUKAN dari Amerika.

Dari data tersebut, kita lihat lagi berdasarkan negara-negara yang terdekat dengan Indonesia:

+Jepang - pengguna internet 86,300,000 - penetrasi 67.1% - bertumbuh 83.3%
+Malaysia - pengguna internet 13,528,200 - penetrasi 47.8% - bertumbuh 265.6%
+Singapura - pengguna internet 2,421,000 - penetrasi 66.3% - bertumbuh 101.8%
+Indonesia - pengguna internet 18,000,000 - penetrasi 8% - bertumbuh 800%

Besarnya pasar orang-orang yang berbelanja online angkanya juga sangat besar, yaitu US$170 milyar tahun 2006.

Pertumbuhan terbesar adalah dari Indonesia dalam 6 tahun terakhir, yaitu 800%.
Dan angka terpenting yang perlu Anda lihat adalah tingkat penetrasi internet di Indonesia adalah masih sangat rendah, yaitu hanya 8%.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga, tingkat penetrasi mereka sudah di atas 47%, serta pertumbuhan mereka juga tidak sedahsyat di Indonesia.

Artinya potensi pertumbuhan di Indonesia adalah sangat sangat besar. Angka 800% ini bisa menggelembung lebih besar lagi, karena penetrasi pengguna internet di Indonesia baru 8%.

Apalagi didorong oleh makin murahnya tarif internet di Indonesia, dan makin baiknya infrastruktur internet di Indonesia. Sebagai contoh : Telkom speedy bahkan mentargetkan pertumbuhan penjualan naik 353% tahun 2007 ini dengan tarif baru yang lebih murah sejak 1 April 2007.

Satu lagi trend terbaru yang perlu Anda ketahui dalam dunia internet ini, yaitu Google, sebagai salah satu raksasa bisnis Internet yang berlokasi di Amerika, sudah datang ke Asia Tenggara, dengan membuka kantor cabangnya di Singapura (sumber Business Week - 4 May 2007). Raksasa situs pencari Google, sudah melihat betapa besarnya peluang dan potensi dari bisnis internet di regional ini, sehingga Google segera mempersiapkan kantor cabangnya di Asia Tenggara.

Berdasarkan data-data di atas, Anda bisa lihat sendiri, bahwa Indonesia berada pada posisi yang sangat strategis, karena pertumbuhan pengguna internet di Indonesia siap untuk meledak menjadi 80-100 juta pengguna internet dalam waktu yang sangat dekat, karena berbagai faktor pendukung seperti tarif yang makin murah, dan makin banyaknya pilihan untuk akses internet dari dial-up, ADSL, Wifi, kabel, GPRS, 3G, dan lainnya.

Pertanyaannya, Apakah Anda siap untuk menangkap peluang dan potensi yang akan datang dengan cepat ini ke Indonesia ini?

Luck = Preparation + Opportunity
(Keberuntungan = Persiapan + Peluang)

Apakah Anda siap menerima keberuntungan Anda? Karena peluang untuk Indonesia sangatlah besar, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar dan tingkat pertumbuhan internet yang terbesar pula di Asia Tenggara.

Oleh karena itulah, Belajar Internet Marketing merupakah keahlian yang sangat penting untuk Anda miliki, terutama jika Anda berada di Indonesia.

Momentumnya adalah sekarang!

Bisnis internet memang peluang paling potensial

Hari ini saya bangun agak pagi.. jam 8:30 pagi.. hahaha setelah semalam saya tidur sampai jam 2 kayaknya, hampir jam 3 ding. :-)

Wah ada begitu banyak ide di benak saya. Sampai sebelum tidur saya masih berpikir macam macam, saya mempunyai ide ide yang sangat bagus.. mengenai bisnis internet yang saya miliki dan anda bisa miliki juga.

Begitu menyenangkan nya sampai, saya nggak sabaran ingin pagi lagi dan kemudian online lagi.

Potensial kedepan nya sangat menarik.

Mengetahui bahwa saya akan mempunyai beberapa sumber pemasukan, bahkan saya bisa membuat sebuah usaha lagi secara offline berkaitan dengan internet membuat saya sangat optimist.

Ya, saya sampai ditempat saya tidak dengan cara yang mudah. Saya sudah membayar harganya, saya sudah membaca ribuan buku mengenai Internet Bisnis.

Saya sudah mendengarkan banyak audio, Video, membeli berbagai macam software dll.

Saya sudah bisa mengerti gambaran besar dan cara kerja bagaimana seseorang bisa sukses di bisnis internetnya.

Bahkan saya sudah berada disana dan sedang melaju ke penghasilan yang lebih besar dan lebih besar lagi.

Bahkan saya sudah mengotomasikan bisnis saya, membuat sistem, sehingga seandainya saja saya hanya mengerjakan bisnis saya 1 jam saja perharinya saya masih akan mendapatkan penghasilan yang sama di bulan itu.

Bukankah sangat meyenangkan mengetahui bahwa tanpa kehadiran anda, atau sedikit saja kehadiran anda sudah cukup untuk membuat bisnis anda berjalan?

Internet bisa memberikan itu. Kalau tidak karena internet, mungkin saya harus terus berkutat di bisnis saya yang lain, secara konvesional, pagi jam 9 sampai malam jam 11 malam, setiap hari, bahkan sabtu minggu, sepanjang tahun, kecuali tanggal 1 january atau hari libur saja saya bisa istirahat.

Yah, saya tahu uang saya banyak dengan kerja segila itu, saya mempunyai penghasilan yang sangat besar untuk ukuran rata rata bisnis.

Namun saya capek, saya stress, saya tidak menikmati pekerjaan saya, saya sering ribut dengan pelanggan yang cerewet, saya sering marah karena ada beberapa hal brengsek disana.

:-) Saya ingin lebih tenang dan nyaman dan menghasilkan uang. Saya ingin pekerjaan yang lebih santai. Namun mempunyai potensi yang lebih besar.

Dan saya dapatkan saat ini, setelah 5 tahun kemudian dari saat saya mengerjakan bisnis konvensional tadi.

Kini, saya bisa bangun jam berapapun saya mau. Saya tidak harus bersiap dan pergi ke suatu tempat, bahkan kantor saya adalah rumah bagian bawah saya sendiri.

Saya bisa istirahat kapan saja saya mau, saya bisa pergi kemana saja, saya bisa mengatur waktu saya terserah saya.

Dan saya dibayar mahal untuk semuanya itu.

Memang belum besar sekali, tapi saya punya begitu banyak ide dikepala saya yang bisa saya kerjakan lagi.

Bisnis Internet terus tumbuh, dan anda bisa terus improve.

Sepandai dan sehebat apapun anda, selalu ada ruang untuk improvement. Selalu bisa mencapai lebih dan lebih lagi.

Namun saya tidak diburu buru saat ini.

Karena penghasilan sudah ada.

Saya bisa mengerjakan nya dengan cinta saat ini.

Dan saya sangat menikmatinya.
panicnoid © 2009. Design by : panicnoid templates admin by: panicnoid-admin
email : panicnoid@yahoo.com
panicnoid say dont panic here